paint the stars.....................

ReviewReviewReviewAPOCALYPTO (2006)Oct 21, '07 1:34 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Agak basi juga yah sebenernya kalau saya review film ini sekarang.. Tapi, gimana donk? Saya baru sempat nonton sih.. (eh ya udah kali.. curhat mulu tiap mau review..). Waktu film ini keluar trailernya dimana-mana hatiku senang, saya bersumpah tidak mau menonton film ini karena yakin seyakin-yakinnya kalau akan banyak adegan 'menyeramkan' (alias sadis, alias nggak banget, Very No) yang muncul (ditambah karena waktu jaman"nya melihat trailer "Apocalypto", saya baru saja menonton "The Passion of the Christ", jadi masih kebawa-bawa tuh bayang" muncratan darahnya). Terbukti memang setelah saya menonton bahwa banyak adegan" 'syuur' di dalamnya ('syuur' itu bunyi darah keluar - he, gak denk canda..). Yang tidak terbukti adalah sumpah saya untuk tidak menonton film ini. Nah, pertanyaannya adalah "Kenapa saya akhirnya memutuskan untuk menonton?", ya, saya memaksakan diri menonton "Apocalypto" karena akhir" ini sedang tertarik dengan sejarah Aztec. Bite Me! Ternyata yang dibahas di film ini bukan Aztec, tapi Maya. Yah, tetap saya tonton juga sih..habis masih berhubungan sama sejarah Americas (atau Mexicas?), pra-Spanyol.

Sepertinya film-film yang disutradarai (dan sepertinya diproduksi pula) oleh Mel Gibson tidak jauh-jauh dari sejarah (masalah akurasinya saya tidak tahu menempe) dan tampak mengangkat kisah heroik dari satu tokohnya. Dalam "Apocalypto" ini, yang menjadi 'jagoan' tak kenal takut adalah Jaguar Paw, kedamaian perkampungannya berubah menjadi mimpi buruk setelah diserang oleh prajurit" dari suku Maya. Perkampungannya dibakar, perempuan-perempuan diperkosa, laki-laki dibunuh, anak-anak kehilangan orangtua. Jaguar Paw sempat menyembunyikan anak dan istrinya yang sedang hamil di 'bawah tanah'. Dia sendiri selamat, emm, lebih tepatnya dijadikan tawanan bersama dengan beberapa orang yang tersisa. Mereka dibawa ke pusat kota suku Maya, yang perempuan dijual menjadi budak, dan yang laki-laki? Takdir mereka ada di 'tangan' dewa. Kukulkan namanya. Selanjutnya, saya tidak mau cerita nanti jadi spoiler. Apa boleh nih? Kalau belum menonton dan tidak suka sama spoiler, jangan baca mulai dari sini ya.. ;)

Jaguar Paw akhirnya terbebas dari 'tangan' dan 'mulut' dewa Kukulkan yang (katanya) haus. Siang menjadi Malam. Terselamatkan oleh Gerhana (tanda-tanda alam sangat dipercaya oleh suku Maya). Karena membunuh anak dari pemimpin prajurit suku Maya, Jaguar Paw pun diburu. Dengan ancaman akan dikuliti hidup-hidup jika tertangkap. Sounds tempting, doesn't it?.. (uhuh yea, rite!). Adegan selama pengejaran Jaguar Paw di hutan, meskipun sukses membuat saya deg-degan dan menahan nafas, entah kenapa ya kok rasanya terlalu panjang, lama kelamaan saya sampai mengira ini adalah iklan" tv yang memakai tema petualangan (beberapa iklan rokok, minuman penguat stamina, dsb.). Jaguar Paw sendiri, menurut saya (silahkan dikoreksi jika saya salah) bukan 'siapa-siapa' yang berhubungan erat dengan peradaban Maya. Dia seperti orang yang numpang lewat di suatu tempat (kota,desa), lalu dari kisah hidupnya kita bisa mengetahui sekilas kisah hidup orang" lain (yang hidup di kota atau desa yang ia lewati). Akhirannya memang happy ending, to seek a new beginning ("come back to me", said Jaguar Paw's wife repeatedly. and yeah, he Came back to her.). Namun, melihat adegan di penghujung (khikhikhi) film, yaitu munculnya kapal-kapal besar Spanyol, datang dari lautan, dibawa oleh angin, tentu, akhir dari cerita ini justru merupakan sebuah awal yang tak pernah diduga sebelumnya oleh suku Maya. the end is the beginning is the end. yah begitulah....

"A Great Civilization Is Not Conquered From Without Until It Has Destroyed Itself From Within" - W. Durant. Kutipan ini muncul di awal film. Seakan menunjukkan bahwa 'kehancuran dari dalam' inilah inti besar dari film "Apocalypto". Sayangnya, atau, sayanya (yang lemot), saya merasa film ini tidak terlalu menunjukkan 'kehancuran dari dalam' peradaban Maya. Memang ada saat-saat yang terasa intens (cieh intensss..) dalam penggambaran kehidupan di dalam pusat kota suku Maya di mana penonton dapat menilai sendiri apakah perilaku-perilaku orang-orang suku Maya tersebut sudah mulai menandakan 'kehancuran internal' suatu peradaban. Sedangkan, kehancuran dari luarnya sendiri, belum mulai terjadi (meski mungkin sudah diramalkan). Harus bikin film baru lagi Mel Gibson nih kalau ingin menunjukkan kehancuran dari luar (terima kasih kepada para conquistador Spanyol). Oh iya, saya salut dengan pemakaian bahasa "Maya" dalam film ini (seperti pemakaian bahasa latin, hebrew dan apalah itu di "The Passion of the Christ"), sedikit banyak membantu menciptakan suasana seakan-akan semua kejadian itu benar-benar pernah terjadi. (Akan lebih bagus lagi kalau dalam film ini juga dipakai bahasa "Ira" dan bahasa "Sopha".) Sebenarnya saya mau kasih 3.5 bintang, tapi tidak ada opsi 'setengah-setengah' di multiply jadi ya saya kasih 3 saja. (kalau ada bintang toedjoeh lebih bagus lg sih..)


*hanya mau berbagi, dari satu buku yang pernah saya baca (bersetting masa peradaban suku Aztec pra-Spanyol), pengorbanan manusia sebenarnya justru merupakan bentuk pengkhianatan kepada Dewa tertinggi mereka (Quezalcoatl, yah, sebelas duabelas sama Kukulkan-nya suku Maya), karena dewa tersebut tidak pernah meminta korban untuknya. raja/pemimpin Aztec lah yang mengeluarkan kewajiban seperti itu, tetapi, tidak tahu kalau suku Maya bagaimana sejarahnya...


[eghhh.. i really really should Get a job soon.. anyone? hehehe...]


28 CommentsChronological   Reverse   Threaded
gharonk wrote on Oct 21, '07
saya sudah menontonnya... dua bintang saja untuk mereka... karena ada beberapa kesempatan terlewat seperti pada saat berada di istana suku Maya.... tentang proses kelahiran dan proses melarikan diri yang timeline nya seharusnya tidak matching...
lintanglintang wrote on Oct 21, '07
gharonk said
karena ada beberapa kesempatan terlewat seperti pada saat berada di istana suku Maya.... tentang proses kelahiran dan proses melarikan diri yang timeline nya seharusnya tidak matching...
tolong mas gharonk, penjelasannya lebih diperjelas lagi.. hehehe.. bingung saya.. kesempatan apakah yg terlewat di istana? curi" pandangkah? hahahah.. tapi memang rasanya ada yang kurang dari film ini.. saya tidak tahu apa...
gharonk wrote on Oct 21, '07
pengadeganan di sana tang... kesannya cuma sekedar mampir menguatkan kesan mereka ini tentara...
lintanglintang wrote on Oct 21, '07
gharonk said
pengadeganan di sana tang... kesannya cuma sekedar mampir menguatkan kesan mereka ini tentara...
kaya' nama jalan masa kecil.. pengadegan.. heh heh.. iya emang tuh di scene pusat kota dan istana/kuil ga terlalu dieksplor (egh) kehidupan "Maya"-nya.. malah lari"nya yang banyak.. cape de..
s3lv4 wrote on Oct 22, '07
4 bintang dari gw karena gw emang seneng pelem2 sadis dan menurut gw emang keren......

kalo kehidupan maya (pusat kota, kuil) terlalu dieksplor tar jadinya pelem dokumenter dungs
wakakakakakkakak..........................

gw paling suka adegan yang lempar lembing itu, yang disuruh lari trus dilempar panah.....
itu keren lumayan tegang
tapi kalo adegan yang dimakan macan hutan itu (macan apa jaguar ya?) kurang bagus ketauan boongannya.......



























nrhapsari wrote on Oct 22, '07
gue juga pengen nonton, tapi belum kesampaian...
lintanglintang wrote on Oct 22, '07
s3lv4 said
kalo kehidupan maya (pusat kota, kuil) terlalu dieksplor tar jadinya pelem dokumenter dungs
wakakakakakkakak..........................

gw paling suka adegan yang lempar lembing itu, yang disuruh lari trus dilempar panah.....
itu keren lumayan tegang
tapi kalo adegan yang dimakan macan hutan itu (macan apa jaguar ya?) kurang bagus ketauan boongannya.......
haha iya emang sih akan mengarah" ke situ meskipun ga tau juga 'bener' apa engga nya.. abis saya kira akan banyak membahas ttg peradaban Maya sih.. *tau gt kan ga ntn hehe, gak denk

dimakan Jaguar.. kan "omen"-nya blg kalo "he'll scratch you from the earth, a man who brings Jaguar" (yah kira" bgiculah heheh).. adegan lari dengan lembing" di belakang, haha itu sadis, dan nyebelin.. kebebasan yg semu.. :P
lintanglintang wrote on Oct 22, '07
gue juga pengen nonton, tapi belum kesampaian...
bolehlah Mal.. he he.. kapan mau "belanja" di itc kuningan/ambass lg? bareng yugs :P
nrhapsari wrote on Oct 22, '07
hahahahaha... mungkin minggu depan nona.. banyak yang pengen dibeli!
lintanglintang wrote on Oct 22, '07
hahahahaha... mungkin minggu depan nona.. banyak yang pengen dibeli!
care for a company? *minta diajak..
nrhapsari wrote on Oct 22, '07, edited on Oct 22, '07
tentu ajaaaa.... i'll be sure to drop a line...
s3lv4 wrote on Oct 22, '07
kebebasan yg semu.. :P
mmm i like that words.........
nyonyasepatu wrote on Oct 22, '07
mau ahhhhhh coba nonton, tp gak seram kan>?
lintanglintang wrote on Oct 22, '07
i'll be sure to drop a line...
btw, nomor hp gue ganti, Mal.. later ok ;)
lintanglintang wrote on Oct 22, '07
mau ahhhhhh coba nonton, tp gak seram kan>?
serem enggak tp agak sadis, iya, nyonya... he he he gimana? :P
stephenharbour wrote on Oct 24, '07
5 bintang dari saya...
lintanglintang wrote on Oct 24, '07
5 bintang dari saya...
karena? :)
stephenharbour wrote on Oct 24, '07
karena situ cuma memberikan 3 bintang...
lintanglintang wrote on Oct 24, '07
karena situ cuma memberikan 3 bintang...
sini maunya kasih 3.5 bintang kok hehehe
toning11 wrote on Oct 30, '07
Sorry Lintang,
I don't understand Indonesian, but saw this great movie by Gibson. It was great from the start 'till the last 10 minute of the film's ending, when they all stop at the beach and saw the conquistadors coming to the shore. In reality, when Hernan Cortez & his men landed in Vera Cruz, Mexico from Cuba in 1519, the Mayans already abandoned their homes & pyramids, scattered & joined some other tribes. It was the Aztecs of now Mexico City that Cortez encountered. The Aztecs mistook him as their returning god Quetzalcoatl for this reason Cortez & his men were welcomed.
lintanglintang wrote on Oct 30, '07, edited on Oct 30, '07
In reality, when Hernan Cortez & his men landed in Vera Cruz, Mexico from Cuba in 1519, the Mayans already abandoned their homes & pyramids, scattered & joined some other tribes. It was the Aztecs of now Mexico City that Cortez encountered. The Aztecs mistook him as their returning god Quetzalcoatl for this reason Cortez & his men were welcomed.
maybe that came from the wind (just like the Aztecs thought of Spaniards, and yes they mistook Cortez as Quezalcoatl) at the end of the film wasn't the ships with Hernan Cortez, but some other ships with Geronimo de Aguilar in it (1511), well but the ships with Aguilar were landed in Yucatan Peninsula and shipwrecked due to bad weather (from wikipedia) and the ships in Apocalypto seem in perfect condition, it confused me anyway.. i'm sorry i don't know much about this history, please correct me if i'm wrong okay, Tony.. all i know that Geronimo came first before Cortez and he landed in "america" (not "mexica" like Cortez did) where some of Aguilar's men were sacrificed to gods.. he escaped eventually.. Aguilar was supposed to be the interpreter for Cortez but since he only spoke Mayan's, Cortez then appointed Malinalli as his interpreter (translated Spanish - Maya - Nahuatl).. and as we know.. the rest is history... gold, glory, and gospel :)

thanks anyway..
toning11 wrote on Nov 3, '07, edited on Nov 3, '07
ReviewReviewReview
maybe that came from the wind (just like the Aztecs thought of Spaniards, and yes they mistook Cortez as Quezalcoatl) at the end of the film wasn't the ships with Hernan Cortez, but some other ships with Geronimo de Aguilar in it (1511), well but the ships with Aguilar were landed in Yucatan Peninsula and shipwrecked due to bad weather (from wikipedia) and the ships in Apocalypto seem in perfect condition, it confused me anyway.. i'm sorry i don't know much about this history, please correct me if i'm wrong okay, Tony.. all i know that Geronimo came first before Cortez and he landed in "america" (not "mexica" like Cortez did) where some of Aguilar's men were sacrificed to gods.. he escaped eventually.. Aguilar was supposed to be the interpreter for Cortez but since he only spoke Mayan's, Cortez then appointed Malinalli as his interpreter (translated Spanish - Maya - Nahuatl).. and as we know.. the rest is history... gold, glory, and gospel :)

thanks anyway..
Hello Lintang,
You are very right about the Spanish priest Jeronimo de Aguilar as the first caucasian who reached the Yucatan in 1511, from Panama. About to be sacrifice, escaped with his companion and lived with other jungle tribe and had family, that is if this story is true. In Mesoamerica and Mexico's history very few consider this story really happened, but thanks so much for mentioning 'cuz it is one of the many Mayan mystery. There's a lot of puzzles to solve in Mesoamerica's rich history; like the huge African looking face figure left by the Olmecs & whatever happened to them, then the Toltecs, the Mayans & finally the Aztecs. But 1511 Yucatan was deserted, the Mayans abandoned their place because of drought and internal conflict, the same with Vera Cruz.
Cortez upon meeting the Aztecs who mistook him as the returning God Quetzalcoatl, was given 20 slave girls as gift and out of these Cortez chose one. This Aztec woman name was Malintzin, a word indicated that she had been born of misfortune.The Spanish named her Marina (spanish word meaning 'from the sea'). She became "mi lengua" (my tongue) for Cortez, who took her as his interpreter and lover. La Malinche, as the people called her, the lover, the woman of Cortez and in these roles she established the basis of the multiracial civilization. She bore the child of the conqueror, the first "Mestizo", the first American of mixed blood. She was symbolically the mother of the first Mexican.
lintanglintang wrote on Nov 3, '07
ReviewReviewReviewReview
The Spanish named her Marina (spanish word meaning 'from the sea'). She became "mi lengua" (my tongue) for Cortez, who took her as his interpreter and lover.
yes, Malintzin or Malinalli was baptized as "Marina". and then she thought that Jesus is Quezalcoatl.. anw, i knew about La Malinche because i've just read a book "La Malinche", written by Laura Esquivel, it's really poetic. from that book, i knew a bit about what Cortez and his men had done to the Aztecs..i don't have to explain it, rite? haha.. La Malinche was misunderstood as traitor (thus, a word "Malinchista" if you know what i mean), but, from this book, i kinda understood more or less of what she had felt inside. although maybe it wasn't a fact. well.. who really knows actually? hehe..

*Tony, tu hablas espanol? muchas gracias para decirme muchas cosas nuevas, Tony.. me encanta de conocerte.. y me interesa mucho la historia de Mesoamerica, La Malinche, y Cortez. Hasta Luego! y a ti te gusta The Zombies tambien! que chido! jejeje. ;D
toning11 wrote on Nov 3, '07
yes, Malintzin or Malinalli was baptized as "Marina". and then she thought that Jesus is Quezalcoatl.. anw, i knew about La Malinche because i've just read a book "La Malinche", written by Laura Esquivel, it's really poetic. from that book, i knew a bit about what Cortez and his men had done to the Aztecs..i don't have to explain it, rite? haha.. La Malinche was misunderstood as traitor (thus, a word "Malinchista" if you know what i mean), but, from this book, i kinda understood more or less of what she had felt inside. although maybe it wasn't a fact. well.. who really knows actually? hehe..

*Tony, tu hablas espanol? muchas gracias para decirme muchas cosas nuevas, Tony.. me encanta de conocerte.. y me interesa mucho la historia de Mesoamerica, La Malinche, y Cortez. Hasta Luego! y a ti te gusta The Zombies tambien! que chido! jejeje. ;D
Hola Lintang,
Muchisimas greacias a usted, much gusto tu escribes en mi paginas. Hasta y garcias por todo.
podja wrote on Mar 12
ReviewReviewReview
permisi.. basi banget ya hari gini saya baru numpang komen .. tapi saya seneng baca reviewnya.. menambah pengetahuan.. thanks.. nanti mampir lagi utk liat2 mp-nya..
lintanglintang wrote on Mar 13
ohoho gpp.. silahkan aja.. makasih lho udah mampir dan mau baca reviewnya.. enjoy :)
podja wrote on Mar 13
akh.. saya salah ya.. sorry.. saya kira beneran adiknya Thinkting..
lintanglintang wrote on Mar 14
heheh gpp, saya temannya ting" :)
Add a Comment
How would you rate this movie? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help